Sunan Bonang-PP Tebuireng-Muntilan

Jumat 27 Juli 2024 pukul 16.00 aku berangkat dengan sahabatku setelah pulang sekolah dari pwt, betapa ngebutnya aku saat pulang membawa motor ke rumah takut ketinggalan haha. Sesampai rumah aku pun mandi sholat dan lanjut berangkat diantar diantar bapak dan rifqi. Setelah itu aku mencari kumpulan2 orang2 yang ikut, dan aku menemukannya dan salah seorang ibu mengarahkanku untuk menaruh barang2 di bus dahulu. Aku pun menunu kesana, dan kembalu untuk ziaroh pertama ke kesepuhan desa nangkasawit yaitu Adipati.... siapa ya ku lupa namanya, karena walaupun itu terletak di desaku sendiri tapi aku baru pertama kalinya bisa ziaroh ke sana. Selesai doa kami semua pun menuju bisa yang berada di jalan depan rumah pak lurah, aku dan temanku segera mencari tempat duduk yang sudah tertera nama kami. Lalu kami duduj dan menata barang bawaan kami. Tak lupa kami meminum antimo dan dramamine sebelum naik bus haha, saking karena kami si mabokan ketika naik kendaraan. Bus pun berjalan dan pak Ali sebagai ketua rombongan pun memimpin doa agar kami semua selamat. Selang beberapa waktu kami pun akhirnya terbius dan tidur tanpa sadar dan posisi sudah maghrib, dan ketika di temanggung kita berhenti di salah satu masjid untuk sholat maghrib dan isya yang belum sempat kami laksanakan. Sesudah itu kami semua pun mengeluarkan bekal kami untuk makan, dan karena aku tidak bawa persediaan makan seperti ketupag dan lauk layaknya orang2 akhirnya aku dan temanku beli kupat dan tahu polos karena memang tidak terlalu suka sambel pecel sampai tukang tahu kupat sanpai terheran dengan kami, alhasil kami dipinjami piring dan kami pun makan dengan telor asin milik temanku itu, kami makan diatas sungai kecil yang surut dan aku sempat merasakan mual. Kami pun melanjutkan perjalanan kami dan akhirnya kami memilih untuk terlelap kembali dan sampailah kami di pati, tapi sebelum itu kami sudah merasakan keanehan yang awalanya bus berhenti agak lama di jalan yang berujung kami terdampar di pulau merah putih (SPBU). Pukul 02.30 sopir menepikan bus kami dan kami dihimbau turun, karena penasaran akhirnya ku tanya kenapa kami disuruh turun, ternyata setir bus yang digunakan sopir bermasalah tidak bisa untuk belok akhirnya kami istirahat di mushola dan tempat duduk kantin2 yang ada disana. Awalnya kami optimis karena mungkin tidak akan lama untuk memperbaiki, namun 2 jam berlalu sampai subuh dan ada info sopir telah memanggil montir dan sampai jam 8 belum datang juga, setngah kami bersabar setangah kami gemash karena tidak datang2 sampai akhirnya datang dan kami liat memang sempat di dongkrak di lepas mesinnya di dongkrak lagi di cek di dongkrak lagi sampai kami seperti pikinik di pantai merah putih  setengah hidup kami gantungkan disitu dengan 50 orang kami antri kamar mandi untuk bab bak mandi dsb sampai2 pemilik warung menggratiskan kamar mandi utk rombongan kami, dan sampai pukul 17.30 kami dikabarkan bahwa kami harus ganti mobil dan kami disuruh menunggu 1 jam lagi yang akhirnya berita itu hoax yg tadinya 1 jam jadi 45 menit lagi dan sampai pukul 20.30 belum ada tanda2. ya Allah disitu kami hanya bisa pasrah tanpa bisa berbuat apapun. Sampai kami hanya bisa pasrah apakah kami bisa melanjutkan ziaroh ke tempat yang sudah kamu rencakan diawal. Lagi tidak ingin berekspektasi terlalu tinggi. Dan kami di hibur oleh bapak2 yang memang entah itu waras atau tidak tp tiba2 muncul dan bernyanyi utk kami walaupun aku sempat tidak nyaman karena diledek....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terdampar