Part 3

Tentang hati?

Sejauh usia sampai hampir 2x dengan muka yang baby face kata orang2 tapi tenaga jompo yang bodycarenya sedia minyak gosok, minyak kayu putih, hot in cream dll, secara eksplisit bisa dibilang tidak pernah py crush, karena standr punya crush biasanya apa si, kan biasanya ditembak terus kalo diterima jadian gitu ya, kalo denger dari curhatan orang2 si gitu. Hal yang hingga kini dianggap wajar padahal menyalahi syariat agama karena pada dasarnya itu adalah perbuatan dosa dan termasuk zina. Nah karena hal itu aku cuma menahan diri akan hal itu, bukan seorang yang sesuci itu, aku juga seorang pendosa. Namun untuk masalah seperti itu ya qodarulloh emang entah aku yang terlalu menutup diri atau doa jodohku atau doa orangtua yang mendoakanku dan tidak meridhoiku agar tidak dekat dengan siapapun memang terbukti hingga saat ini. Kadang bersyukur akan hal itu karena memang Allah mungkin tahu aku belum selesai dengan diri sendiri dan mungkin memang belum waktunya. Mungkin juga harus fokus dulu menyelesaikan semuanya satu persatu ditambah dengan sekarang harus jadi mahasiswa lagi demi memenuhi hapan bapak yang sempat menjadi konflik batin dan sempat aku tolak karena membagi waktu untuk kerja dan menghfl saja tidak mudah. Huhu part bikin menangis sampai detik ini karena memang sedang berada di episode ini. Tidak hanya kejar kejaran dengan waktu tapi juga dengan usia sendiri dan orang tua yang semakin menua. Yang sementara orang tua sebenarnya sudah  menginginkanku untuk tetap berada dirumah. Bagiku pondok al amin sudah seperti rumah keduaku, kota ini dan segala saksi bisu menemani perjalanku sejak 2017 hingga kini. Bukan perkara mudah teman aku pontang panting pikiranku, fokusku terpecah bela kesana kemari. Ku akui aku bukan orang hebat seperti orang2 hebat pada umunya yang bisa jadi menjadi inspirator yang menginspirasi banyak orang. 

Namun kupikirkan lagi jalan hidup setiap orang itu berbeda, bisa bertahan sampai berada dititik ini saja merupakan hal yang luar biasa, hingga ingin menangis kala memikirkan itu. Tak seperti teman2 yang fokus kuliah dan menghfl sebab mereka untuk masalah biaya lancar jaya Alhamdulillah dan dukungan penuh untuk masih mondok itu mereka dapatkan. Hal yang tidak bisa diraih semua orang. Pasalnya di kampung halamanku, anak anak seusiaku pasti sudah dibilang prawan tua. Miris bukan padahal standar kesuksesan tidak bisa diukur dari sebuah pernikahan, tidak bisa juga standar nikah itu harus diusia segini menurut kebanyakan orang. Statement seperti itu yang membuat tidak betah dirumah apalagi omongan tetangga yang seringkali menanyakan kapan nikah mba? Ya hingga saat ini pun entah sudah berusaha membuka hati tapi memang tetap saja hasilnya belum ada karena orang tua belum ridho atau memang Allah punya rencana lain agar aku fokus dengan hal yang sedang ku gapai.. apapun itu aku juga manusia kadang butuh seseorang untuk menjadi rumah dikala sedang ingin berbagi cerita yang tidak bisa nyaman dibagikan kepada teman sejawat. Wajar yah kalo punya perasaan seperti ini, pengen punya someone to deeptalk before sleep, ya meskipun pada kenyataanya berkomunikasi dengan lawan jenis yang bukan mahrom itu sama saja mendekati maksiat. kalo menurut temen2 gimana? Apakah komunikasi berkedok silaturahim dengan embel2 bisa deeptalk sebelum tidur dengan seseorang itu juga termasuk dosa? Kalau iya gimana si caranya seperti kebanyakan orang bisa dengan mudahnya cepet mendapatkan teman hidup? Harus yakin yah sama Allah, bahwa Allah pasti akan memberikan kita jodoh diwaktu yang tepat bersama orang yang tepat pula. Notif di hpku bener2 notif dari banyaknya grup dan beberapa teman sejawat dari TK atau pondok, sempet sih ada beberapa orang yang mungkin aku ada feeling mereka juga sedang cari teman hidup tapi karena ngrasa ndak klik akhirnya stop lah komunikasinya. Udah ada yang dirasa klik tapi orang tua ndak ridho dan sempet juga mau dikenalin sama santri dari muridnya sahabat guru ngaji, tapi berujung mundur dengan beberapa alasan. Hem emang nda mudah entah dengan ikhtiar apa tapi mungkin Allah tau aku belum sepenuhnya siap dan pasrah untuk masalah teman hidul. Tapi aku berharap jodohku kelak bukan orang biasa tapi dia yang mampu mencintai dan menjaga Al Quran syukur2 hafidz dan menuntunku ke surga bersamanya, terlepas beliau adalah lelaki sholeh yang masyAllah spek ustadz yang secara fisikly tampan gagah rupawan untuk memperbaiki keturunan, juga good attitude n good akhlak,  hasanan qolbi, hasanan khuluqi wa hasanan wajhi, ghoniyyan, penyabar, romantis, lebih dewasa, suaranya bagus dll. Allohuma Soli 'ala sayyidina Muhammad, aamiin ya Allah. Terlepas juga dari aku seorang pendosa yang berusaha memperbaiki diri dan memantaskan diri untuk lebih baik lagi. Tak henti2nya menyemangati diri bahwa dibalik perjuangan dari keluarga yang sempat dibuang dan tidak diakui oleh mbah dulu sebab krodit dari masalah saat bapak kecil hingga aku kena imbasnya, berharap didepan sana akan ada cahaya terang yang mengubahnya kearah yang lebih baik, bisa mengangkat derajat kedua orang tua, dan bisa memperbaiki keadaan keluarga. Tolong ya Allah bantu hambamu yang tidak berdaya ini, berikanlah kemudahan dalam setiap langkah dan berikanlah petunjuk disetiap perjalanan. Amiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terdampar